Pesan PGI dan KWI rayakan Natal dengan damai sejahtera

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Pesan Natal bersama 2017 PGI- KWI Tahun 2017 ini adalah: "Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu" (Kolose 3:15a). yang ditandatangani Ketua KWI Mgr Ig Suharyo dan Sekjen KWI Mgr. Antonius S. Bunjamin, OSC serta Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette T.H-Lebang dan Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom.

 

Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru Selamat dan Raja Damai. Perayaan natal mengajak kita untuk memperhatikan pesan utamanya. Karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, Allah telah mengutus Putra-Nya ke dunia (bdk. Yoh 3:16). Ia datang untuk memberi kita hidup yang berkelimpahan (bdk. Yoh 10:10). Ia, yang adalah Raja Damai dan Imanuel, Allah-beserta-kita, datang untuk membawa damai sejahtera kepada dunia, seperti yang diwartakan para malaikat kepada para gembala,“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2:14). kelahiran Sang Raja Damai merupakan suatu momentum untuk membaharui hidup pribadi maupun hidup bersama. Sebagai umat beriman, yang dilahirkan kembali, kita harus membuka diri agar damai sejahtera Kristus benar-benar memerintah dalam hati kita (bdk. Kol 3:15a). Kita mendambakan damai sejahtera, baik dalam hidup pribadi maupun dalam hidup bersama. Kita merindukan suatu bumi yang penuh damai dan umat manusia yang makin bersaudara. Hanya dengan demikian, kita akan mengalami sukacita sejati.

 

Sudah sepatutnya kita semua berusaha menemukan makna dan relevansi perayaan Natal bagi kita umat Kristiani dan bagi bangsa Indonesia. Perayaan Natal seharusnya menjadi momentum indah bagi kita untuk menyadari kembali tugas perutusan serta komitmen kita, sebagai elemen bangsa dan negara tercinta ini. Kondisi dan situasi bangsa Indonesia saat ini merupakan tantangan sekaligus panggilan bagi kita untuk merenungkan. “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah” (Kol 3:15a).

 

Kata-kata Paulus ini seharusnya mendorong kita untuk terus-menerus mengupayakan terwujudnya damai sejahtera, karena hanya dengan demikian kita memahami makna sejati Natal.

Sebagai anak-anak Allah, sumber damai kita, kita harus mewujudkan komitmen kristiani kita, yakni menjadi pembawa damai (bdk. Mat 5:9).

 

Persatuan Gereja Indonesia mengimbau umat Kristiani merayakan natal secara damai, tertib, sederhana dan didasarkan pada kejernihan serta ketulusan hati.

 

Persatuan Gereja Indonesia mewanti-wanti potensi politisasi dan instrumentalisasi agama di balik niatan perayaan natal di Monumen Nasional (Monas) Jakarta."Kami mengingatkan adanya potensi politisasi dan instrumentalisasi agama, termasuk di dalamnya mempolitisasi hari raya keagamaan Natal untuk kepentingan politik tertentu, yang dilakukan oleh warga gereja sendiri maupun oleh pihak-pihak lain," ujar Ketua Humas PGI Jeirry Sumampow

 

PGI mengimbau umat Kristiani merayakan natal secara damai sejahtera, tertib, dan sederhana. Perayaan natal harus berdasarkan nilai-nilai kasih dan perdamaian Kristiani.

 

Umat Kristen diminta merespons segala hal dengan tenang, matang, dan rasional.

mengingat semakin memanasnya dinamika politik akibat Pilkada 2018 dan Pilpres 2019."Kami mengharapkan agar perayaan-perayaan Natal yang akan dilakukan memang lahir dari kejernihan dan ketulusan hati serta tetap mengutamakan prinsip dan nilai-nilai kristiani, yaitu kasih dan perdamaian,

(Freddy Julius)

Index Berita