Natal Peradi 2017

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), mengadakan acara perayaan Natal 2017, Selasa, 19 Desember 2017 di Hotel Pullman Jl. Thamrin No. 59 Jakarta Pusat.

 

Acara perayaan Natal 2017 ini bertema “Natal adalah kesaksian yang membawa sukacita dan damai sejahtera dalam setiap perbedaan” tersebut, selalu diadakan setiap tahunnya oleh Peradi. Karena ini salah satu bentuk khidmat terhadap hari Natal.

 

Dalam acara itu juga dihadiri oleh Dewan Penasehat Prof. Dr. Otto Hasibuan M.H., Junifer Girsang M.H. dan ratusan advokat muda yang tetgabung dalam organisasi Peradi. Perwakilan dari Pemerintah, Badan Legislatif, Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Badan Peradilan, Kepolisian Republik Indonesia. Acara perayaan Natal ini juga diramaikan dengan Band, Vokal Grup, Paduan Suara, Lawak dan tak ketinggalan juga penampilan dari Hutahuruk Sisters juga pemberian hadiah Door Prize yang menarik.

 

Diawali makan malam acara perayaan natal yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini, sangat meriah sekali.

 

Ketua Umum Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan S.H, M.H mengatakan kita berkumpul di ruangan ini untuk melakukan perayaan natal dengan subtema "Natal adalah kesaksian yang membawa sukacita dan damai sejahtera dalam setiap perbedaan." Sebenarnya, kita juga mengambil keputusan, tetapi keputusan tersebut untuk Kehidupan dan keharmonisan umat manusia, khususnya untuk keharmonisan kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara, karena faktanya banyak perbedaan diantara kita.

 

"Keputusan tersebut kita paham dari tema dan subtema Natal yang terdapat fase yang sama dan sangat penting yakni "damai sejahtera", yang membuat umat manusia dapat hidup berdampingan dan berkembang sebagai makhluk ciptaanNya. Ternyata, perdamaian tersebut selalu berkaitan erat atau didapatinya perbedaan, yang ditegaskan Dalam subtema, yakni "dalam setiap perbedaan" yang ada dalam Kehidupan manusia"ujarnya

 

"Dari tema Natal kali ini semakin jelas bagi kita bahwa rule atau norma atau kaidah untuk menyelesaikan perbedaan diantara umat manusia, yakni dengan sifat kaidah yang harus kita perjuangkan bersama, yakni kaidah perdamaian (peace norm), yaitu suatu kaidah yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk menjaga keharmonisan umat manusia, dengan demikian setiap perbedaan yang kita miliki, sesungguhnya untuk keharmonisan Kehidupan kita berbangsa dan Bernegara", pungkasnya.

 

Harapan kita ke depan, keberadaan Peradi se­bagai organisasi advokat, terus bisa memperjuangkan perbedaan di Indonesia. Hal ini sebagai terapan dari pesan Natal tahun ini," sebutnya.

 

“Acara ini lebih banyak yang datang dan sangat meriah dibanding tahun sebelumnya,” kata Hokben, salah satu peserta yang selalu ikut datang saat acara Peradi. (Freddy Julius)

Index Berita